Anak Yang Bijak

27 September 2008 at 12.16 pm Leave a comment


Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa
anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup
dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana
kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu
berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat
sangat miskin. Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya
kepada anaknya, “Bagaimana perjalanan tadi?” “Sungguh luar biasa, Pa.”
“Kamu
lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah.
“Iya, Pa,” jawabnya. “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari
perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, “Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor.

Kita
punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman,
sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya.

Kita
memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki
bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison.

Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang.

Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.

Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri.

Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.

Dengan
cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si
anak menambahkan, “Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya
diri kita.”

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki
dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang
kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain.

Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah
apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas
anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita, daripada kuatir
untuk meminta lebih lagi
.

Sumber: SyairAnakBangsa

Entry filed under: motivation. Tags: , .

Free E-book Repository LokaL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Yang Baca

  • 8,663 pengunjung

Banner




Yahoo Messenger

Feeds


%d bloggers like this: